"Keluarga Telolet"
Selama beberapa hari terakhir Didin "Seorang anak laki-laki dari ibu yg bernama Jannah atau ibu Jannah panggilan warga sekitar dan kakak dari seorang Sri Mulyani atau adik kandung Didin sendiri" Sering sekali pergi keluar rumah lebih awal bahkan sebelum adik dan ibunya terbangun. Setiap pagi Didin selalu di jemput oleh teman-temannya yangg menggunakan sepeda onthel.
Ketika di perjalanan Didin bersama teman-teman selalu menyapa petani yg lebih dahulu terbangun untuk mengerjakan kewajibannya di ladang "selamat pagi paklik" sapa Didin "nggih… pagi le, ealah mau kemana lagi to le kalian ini" tanya pak Nyoto petani di desa itu "mau berburu paklik daaaa" jawab Didin bergegas meninggalkan pak Nyoto yg hanya menggelengkan kepala ketika mendengarnya.
Dengan cepat Didin dan teman-teman mengayuh sepedanya, bahkan sinar matahari pun hingga tak dapat menggapai bayangan mereka. Memang jarak desa dan tujuan mereka sangat jauh setelah beberapa menit seseorang teman Didin berteriak "mandekk, onthel tinggal kene wae wong lewat kali" tanpa berpikir panjang mereka menjatuhkan sepeda di tepi sungai. Tanpa di perintah mereka berlari ke tepian keramaian benda yg berlalu lalang dan masih tertutup kabut tebal.
Selagi menunggu kabut tebal menghilang secara perlahan mereka duduk-duduk santai melepas penat, hingga akhirnya kabut perlahan pergi dan membuat mereka terbangun karena diperlihatkan keramaian jalan raya antar provinsi. Mata mereka mulai mencari-cari sebuah benda yang mereka inginkan hingga 28 menit lamanya akhirnya benda yang ditunggu akhirnya benda tersebut terlihat "kae kae ana siji arep lewat" teriak Didin memberitahukan teman-temannya
"oh iya kae, om telolet om!!" Sahut teman-teman Didin.
Berbanding terbalik Didin sang pemburu telolet, adiknya Sri Mulyani lebih menyukai berdiam diri dirumah membantu ibunya. Hingga siang hari Didin belum juga kembali kerumah "Sri, Didin kemana sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?" Tanya ibu Jannah
"Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau telolet, bu" Jawab Sri "Oalah, Din Telolet ki panganan opo. Lha mbok baca sholawat dirumah bisa untuk sangu akhirat, iki malah telolet apa yo bisa buat sangu akhirat?. Lah kok kamu tau Sri, kalo mas Didin pergi cari telolet?" Kata bu jannah
"Iya bu wong udah 3 hari ini mas Didin pergi kearah jalan raya terus katanya Paklik Nyoto, telolet tu klaksonnya bis itu loh bu. Mau pa bu, Sri antar cari telolet?" Ajak Sri yang juga ingin merasakan kebahagiaan yg dirasakan oleh mas Didin
"Boleh saja Sri sekalian cari mas Didin nanti disana" jawab bu Jannah yang juga penasaran. Sesampainya Sri dan ibunya di tepi sungai, bu Jannah melihat sepeda onthel milik teman teman Didin "lo… lo… lo… Sri liat, itu kan sepedanya temen temennya mas Didin yg suka nganterin pulang sampe depan rumah" tunjuk bu Jannah
"oiya bu betul mungkin mas Didin di seberang kali bu, dekat jalan raya" jawab Sri
Setelah lama mencari cari Didin. Sri dan bu Jannah akhirnya bertemu "Didin kamu ini dari pagi mruput sampe sekarang belum pulang juga" kata bu Jannah dengan sedikit kesal "ibu sama Sri berdiri di samping Didin, denger dulu bu suara yang bikin Didin sama teman-teman ngga pulang-pulang" pinta Didin. Tak lama kemudian terdengar dari jauh suara klakson bis berbunyi Telolet telolet, bu Jannah dan Sri seketika terkejut namun juga bahagia. Perasaan bu Jannah yg kesal tak ada lagi berganti dengan keinginannya mendengar suara yangg membuat hatinya bahagia itu lagi "ibu bilang aja om telolet om kalau ada bis yg lewat” kata Didin mengetahui ibunya menginginkan suara itu lagi. Tanpa bertanya lagi bu Jannah dan Sri berteriak pada bis yg akan lewat "bisss ibu minta telolet" teriak Sri "iya bis ibu minta telolet" teriak bu Jannah menggenapi teriakan Sri, seketika terdengar suara telolet telolet Sri dan bu Jannah kembali terkejut namun bahagia hingga ketagihan hingga salah satu teman Didin yg perempuan mengatakan "hahaha lucu ya ibumu Din minta teloletnya begitu, kalo kaya gini keluargamu jadi keluarga telolet Din ahahaha"
BLOG ZAHARA
Selasa, 03 Januari 2017
Minggu, 11 Desember 2016
biografi orang terdekat
Iwing Sulistiyawati
Ibu
Iwing saya jadikan sebagai orang yang akan saya ceritakan mengenai orang
terdekan saya. Memang sudah biasa jika anak menganggap ibunya sebagai orang
terdekatnya, itu terjadi karena terbiasa saling bertemu dan terbiasa mengetahui
bagaimana kesehariannya. Iwing Sulistiyawati terlahir dari keluarga sederhana
dan tercukupi segala kebutuhannya. Pendidikan yang di jalani sampai pada D3
Ekonomi Pembangunan di UGM, semasa SD beliau bersekolah di SD N Potrobangsan 2
Magelang, lalu melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP N 2
Magelang selama 3 tahun, sampai akhirnya beliau lulus SMP dan kemudian
melanjutkan ke jenjang berikutnya di SMA N 1 Magelang. Semasa sekolahnya di
bangku SMA dan Perguruan Tinggi, beliau senang
mengikuti suatu kegiatan yang berhubungan dengan hiking. Selama bersekolah, semua kegiatannya selalu di dukung oleh
bapaknya yang bernama Bapak Koesen (Alm).
Selang
waktu beberapa tahun kemudian, Ibu Iwing ini mengikuti suatu pelatihan membatik
yang diadakan oleh pemerintah kota Magelang. Sampai halnya beliau yang
mempunyai rasa senang, asik, dan bahkan tersadar bahwa pekerjaan yang dapat
dilakukan di rumah itu sangat menguntungkan dan sekaligus dapat menjalankan
kewajibannya sebagai seorang ibu. Hari demi hari beliau selalu berusaha supaya
dapat menciptakan suatu home industri batik Magelangan yang cukup besar dan
dapat dikenal di masyarakat. Namun, setiap hambatan pasti ada dan sudah pasti
berusaha untuk dilewatinya.
Hingga akhirnya,
keinginannya untuk membuka home industri pun terwujud. Mungkin memang
pegawainya tidak begitu banyak, Namun setiap pesanan seberapa banyak pun
insyaallah beliau siap. Dari situlah saya merasakan bagaimana perjuangan
beliau. Hingga Sampai saat ini sering mendapatkan pesanan baik berupa kain
maupun baju. Dan alhamdulillah sedikit banyak guru di kota Magelang mempercayai
industri batik Magelangan yang dibuat oleh Ibu Iwing. Dan saya sebagai anaknya
pun ikut merasa bangga ketika hasil karyanya bisa diberdayakan di masyarakat,
khususnya magelang.
Sekian
yang mungkin dapat saya ceritakan mengenai biografi orang terdekat. Ibu Iwing
inilah orang terdekat yang saya kagumi selama perjalanannya menuju sebuah
keinginan membuka home industri batik Magelangan, yang dikenal dengan sebutan
Iwing Batik Kebonpolo.
SMAN 2 Magelang merupakan sekolah
yang mempunyai kegiatan rutin setiap tahunnya, seperti yang akan saya tuliskan
pada berita ini yaitu mengenai kegiatan rutin SMAN 2 Magelang yang disebut
‘Liga Smada’. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMAN 2 Magelang dari
kelas X,XII,dan XII. Liga merupakan suatu pertandingan sepak bola, sepak bola
ini biasanya diikuti oleh perwakilan tiap kelas yang megajukan satu tim sepak
bola.
Dalam kegiatan pertandingan sepak
bola ini biasanya dilaksanakan di Panca Arga, tepatnya di lapangan demon.
Disitulah kegiatan sepak bola dilaksanakan dan kegiatannya pun dilaksanakan
setelah pembelajaran disekolah selesai atau pukul 15.00 – selesai. Sehingga,
selama diadakannya kegiatan itu para siswa yang mengikuti pertandingan maupun
yang menjadi supporter tidak merasa terganggu pelajarannya. Kegiatan ini
menurut saya merupakan ajang untuk memperkenalkan antar siswa SMAN 2 Magelang,
agar para siswa dari kelas X,XII,dan XII sedikit banyak bisa saling mengenal
satu sama lain serta menambah suatu sikap kebersamaan antar kelas yang dapat
ditimbulkan dari adanya tim sepak bola tersebut.
Jadi, kegiatan tahunan yang satu
ini tidak salah jika selalu diadakan, karena kegiatan ini dapat memberikan
manfaat dan berada pada sisi positif. Dan menurut saya, alangkah baiknya jika
kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar rasa kebersamaan antar siswa SMAN 2
Magelang dapat terus terjaga.
Selasa, 08 November 2016
Tugas Teks Iklan
Assalamualaikum Wr. Wb.
A.
Pengertian Iklan
Iklan
merupakan berita yang dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar dapat
memenuhi permintaan di dalam iklan.
B.
Jenis Iklan
Iklan Peduli
Kebersihan Lingkungan Masyarakat.
Berikut ini merupakan contoh dari iklan Layanan Masyarakat:

Dalam
iklan yang saya tampilkan diatas menyatakan bahwa sebagai masyarakat yang
peduli terhadap lingkungan, kita sebaiknya memahami apa yang dimaksud dengan
LPBBS (Lihat Pungut Bawa Buang Sampah). LPBBS sendiri menurut saya berarti
ketika kita melihat sampah berserakan, maka kita sebaiknya memungut sampah
tersebut lalu dibuang pada tempat sampah.
Pada
iklan diatas, mempunyai semboyan untuk selalu membersihkan lingkungan kita dari
sampah yang tidak perlu untuk masa depan yang lebih baik.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Langganan:
Komentar (Atom)
